Ujung Pandang


Aku sekarang sadar
Betapa bodohnya aku
Aku selalu dijalan yang sama
Aku juga tidak pernah melalui jalan yang berbeda
Tetapi…
Jalan yang selama ini aku lalui tidak membuatku bahagia
Aku hanya mendapat kesedihan & rasa iri
Aku akan mencoba menuju jalan yang berbeda
Aku ingin merasakan kebebasan
Bernafas bebas
Berpikir bebas
Dan melakukan hal yang aku suka
Yang menghambat adalah..
Aku sudah terbiasa di jalan itu
Aku seperti anak-anak
Aku hanya bisa menunggu tapi tidak bisa melakukan
Tuhann…
Apa yang salah dari semua ini??
Jika jalan itu untukku
Maka buatlah hamba nyaman di jalan itu
Jika itu bukan jalan yang cocok untuk hamba
Tolong... hapus semua ingatan hamba di jalan itu
Aku tersiksa
Bukan fisik tapi rohani
Aku punya hati
Aku bisa merasakan apa yang dilakukan sang pemilik jalan itu kepadaku
Dan para kucing-kucing yang selalu mengikuti penjaga jalan itu
Penjaga jalan tidak melihat aku yang sedih di pucuk jalan
Tetapi kucing-kucing itu yang selalu membuat aku iri
Dia bebas mengitari penjaga jalan
Dia bisa bersenda gurau dengan penjaga jalan
Aku selalu ingin seperti itu
Itu mengapa aku menjuluki diriku “siput”
Aku akan masuk kedalam rumahku jika dia datang
Aku berjalan lamban sehingga aku tidak bisa mengejarnya
Ahh…
Aku pikir semua ini percuma
Aku akan memilih jalan lain
Keyakinanku masih kuat
Aku menyayangi hatiku agar hati ini tidak merasakan sakitnya aku
Aku pasti bisa menghilang dalam pekat malam
Aku merasakan keabadianku
aku ingin ini NYATA

0 Comments:

Post a Comment